perputaran

kadang aku heran, kenapa kita masih bersama
kejadian ini terulang lagi, lagi, lagi.
entah aku yang terlalu bodoh, atau kamu yang mati rasa.
yang kutahu, kita terjebak dalam ikatan tanpa awal dan akhir ini.
seperti cerita yang belum bisa di tamatkan tanpa sebuah judul.
itulah benang merah yang menautkan kita.

distraction terhebat.
kita yang mengijinkannya hadir.
dan kali ini aku tidak mau disalahkan, aku hanya tidak bisa terus menerus menggenggam angin
awalnya, dia seperti angin yang berhembus, tetapi diujungnya nyata dalam genggamanku.
dan kaki tak sanggup menahan diri untuk berlari mengejarnya
sekedar untuk lebih dekat, sedikit saja.
kaki menginjak bayangnya, lalu mata menuntut selirikan
ujung bibir menyunggingkan sebentuk senyum, lalu hati memohon sebuah sudut

jatuhlah aku.

Komentar

Postingan Populer